Dulu Bom, Sekarang Gedung Kejagung Kebakaran. Ada Apa? – Opini Budiman Eps.21 | Trending in Indonesia – Asian Network Media

Posted on

Terbakarnya gedung Kejaksaan Agung, Sabtu 22 Agustus 2020, bukanlah peristiwa pertama kali.

Catatan arsip Harian Kompas paling tidak menyampaikan fakta bahwa kebakaran gedung Kejaksaan pernah terjadi 9 Januari 1979 pada saat Jaksa Agung dijabat Ali Said dan Minggu 23 November 2003.

Ledakan bom juga sudah pernah terjadi di Kejaksaan Agung, Rabu 5 Juli 2000.

Keesokan harinya, 6 Juli 2000 ledakan bom kembali terjadi. Ledakan bom itu berbarengan dengan pemeriksaan Menteri Keuangan JB Sumarlin dan direktur PT Era Giat Prima Joko Sugiarto Tjandra.

Jaksa Agung Marzuki Darusman mengatakan, peledakan bom di lingkungan Kejaksaan Agung adalah aksi teror.

Diduga kuat, Ledakan bom terkait dengan perkara korupsi, kolusi dan nepotisme yang ditangani Kejaksaan.

Kini, 2020 peristiwa kebakaran di gedung utama Kejaksaan kembali terjadi.

Spekulasi bergerak liar. Ada yang berspekulasi kebakaran adalah unsur kesengajaan untuk menghilangan barang bukti kasus yang sedang ditangani Kejaksaan.

Pihak Kejaksaan Agung dan Menko Polhukam berupaya meyakinkan publik agar tidak terjadi spekulasi berlebihan dan mengaitkan kebakaran dengan penanganan kasus korupsi Jiwasraya dan kasus Joko Tjandra.

Adalah sebuah fakta, publik telah terbentuk kerangka berpikirnya dalam kasus Joko Tjandra.

Bocor atau dibocorkannya dokumen pemeriksaan, surat jalan Joko Tjandra, telah membentuk persepsi publik soal kasus Joko Tjandra dan Jaksa Pinangki Sirna Milasari.

Bahkan menurut laporan majalah Tempo, sempat ada video conference antara Jaksa Pinangki dan elite di Kejaksaan Agung dengan Joko Tjandra.

Fakta itu tentunya dibantah oleh pihak Kejaksaan Agung.

Rasanya tidak mungkin Jaksa Pinangki bekerja sendirian.

Kasus Jaksa Pinangki dan Brigjen Prasetijo bisa saja menyentuh orang-orang besar di Kejaksaan dan Kepolisian.

Namun apapun peristiwa sebelumnya, yang seperti terpola, patutlah jadi titik penyelidikan. Apapun, perang melawan mafia peradilan tak boleh melempem.

21 thoughts on “Dulu Bom, Sekarang Gedung Kejagung Kebakaran. Ada Apa? – Opini Budiman Eps.21 | Trending in Indonesia – Asian Network Media

  1. Saya yakin kebakaran ini ada yg mmbuat agar semua arsip tdk bs di lacak, semoga mash tersimpan di kolom digital ,mereka masih berbau cara di era yg lama, p,joko wi ibarat tukang mencuci otak otak yg dulu jd tradisi koropsi
    Semoga p, wi bs ngatasi semua Amiiin yrb

  2. Untuk menyelamatkan diri.. setiap orang akan melakukan apa saja.. termasuk membunuh sekalipun.. contohnya kasus boss cargo yg di kelapa gading dan kasus tommy soeharto. Kerugian korupsi djoko chandra 900 M.. ditambah lagi kerugian kebakaran gedung.. bertambah parah kerugian negara. Negara hanya menggaji dan memfasilitasi para pengkhianat bangsa.. 😢🥵

  3. Rakyat juga bisa prediksi pasti ada kasus yg takut dibongkar.pelakunya pasti para pejabat jaksa dan pejabat exekutif lainnya dan pelaku politik.siapa yg byr pasti pengusaha .rakyat ga bodoh..bung

  4. Jangan terus2san bodohi publik,,kebobrokan kalian sudah mendarah daging sejak dahulu hinggga kini, untuk semua yang terlibat kasus korupsi hidup kalian tidak akan pernah tenang. RAKUS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *